Pelajaran dari pecahnya REDD+ Indonesia–Norwegia


Penulis: Ida Aju Pradnja Resosudarmo, ANU

Indonesia mengumumkan penghentian kemitraan Indonesia–Norwegia Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+) yang sudah berlangsung lama. Meski menjanjikan, sejak awal sudah diantisipasi bahwa kolaborasi ini tidak akan mudah. Waktu penghentian pada 10 September 2021, hanya dua bulan sebelum Konferensi Para Pihak (COP26) ke-26 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, menyajikan pelajaran penting yang dapat direnungkan oleh para pencinta lingkungan.

Indonesia dan Norwegia menandatangani perjanjian kerjasama REDD+ pada Mei 2010. REDD+ adalah skema insentif untuk memberi penghargaan kepada negara atau entitas berkembang untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. Itu seharusnya menjadi babak baru dalam hubungan bilateral mereka tentang hutan dan iklim di mana Norwegia menjanjikan US$1 miliar untuk membantu Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Letter of Intent (LOI) merinci tindakan-tindakan utama di sepanjang garis waktu yang harus diselesaikan oleh Indonesia dan difasilitasi oleh Norwegia.

Tetapi dua masalah mengganggu LOI dan implementasinya sejak awal. Pertama, desain LOI dengan substansi dan jadwal yang ambisius tidak cukup mempertimbangkan rintangan politik. Dinamika dalam pemerintahan Indonesia mengakibatkan tertundanya penyelesaian tindakan yang diperlukan. Pembubaran lembaga independen REDD+ di Indonesia yang disyaratkan oleh LOI merupakan kemunduran khusus, digantikan oleh divisi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kedua, Norwegia dan Indonesia memiliki pandangan yang berbeda tentang langkah-langkah, standar dan instrumen REDD+. Terlepas dari perbedaan tersebut, Indonesia telah mengembangkan Tingkat Emisi Referensi Hutan 2020, Sistem Pemantauan Hutan Nasional, Sistem Informasi Safeguard, dan Sistem Registrasi Nasional untuk pengendalian perubahan iklim. Indonesia juga telah membentuk Dana Lingkungan di Kementerian Keuangan untuk mengelola REDD+ dan dana lingkungan lainnya yang diperoleh dari sumber domestik dan internasional.

Mendasari perspektif yang berbeda ini adalah masalah kepercayaan yang lebih besar. Meskipun ada perbaikan signifikan dalam dekade terakhir, tata kelola hutan dan lahan Indonesia secara historis lemah. Hal ini mengakibatkan pengawasan yang lebih besar terhadap implementasi LOI.

Namun, prestasi telah dibuat. Ini termasuk pelarangan konversi lebih lanjut dari hutan primer dan ekosistem gambut, moratorium kelapa sawit, perizinan industri kehutanan dan pemantauan perubahan hutan yang lebih transparan, dan pengelolaan kebakaran hutan dan lahan yang lebih intensif.

Global Climate Fund telah memberikan Indonesia Pembayaran Berbasis Hasil REDD+ sebesar US$103,8 juta — tertinggi di antara negara penerima lainnya — untuk 20,3 juta ton setara karbon dioksida dalam pengurangan emisi antara tahun 2014 dan 2016. Hal ini meningkatkan kepercayaan Indonesia tentang kepercayaan internasional pada upaya dan pencapaian mitigasi perubahan iklim.

Indonesia juga telah membuat kemajuan yang terukur dalam mengurangi deforestasi dan telah memperoleh pengakuan internasional atas upayanya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Pada Juni 2020, Norwegia mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pembayaran berbasis hasil pertamanya ke Indonesia hingga US$56 juta untuk 11,2 juta ton setara karbon dioksida pengurangan emisi pada 2016–2017 dibandingkan dengan dekade sebelumnya. Tetapi Norwegia tidak pernah mengirimkannya. Hal ini menyebabkan Indonesia akhirnya mengakhiri LOI karena desakan Norwegia untuk terlebih dahulu mengevaluasi Dana Lingkungan Hidup Indonesia yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden dan penggunaan dana. Pada saat penghentian, diskusi tentang transfer sedang berlangsung.

Kekecewaan Indonesia terhadap kegagalan komitmen Norwegia untuk membayar bukan karena besarnya pembayaran, tetapi kurangnya pengakuan atas pencapaian Indonesia dalam mengurangi emisi. Hibah Norwegia sangat kecil dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan Indonesia untuk mencapai target mitigasi perubahan iklimnya, termasuk dana yang dialokasikan Indonesia untuk kegiatan terkait perubahan iklim.

Diproyeksikan bahwa US$19 miliar diperlukan setiap tahun untuk mencapai target pengurangan emisi 2030. Sejak 2016, Indonesia telah mengalokasikan US$6,4 miliar per tahun — 3,9 persen dari anggaran nasionalnya — untuk kegiatan terkait perubahan iklim, yang merupakan sepertiga dari dana yang dibutuhkan untuk mengatasi perubahan iklim. Indonesia membutuhkan mobilisasi dana di luar APBN, termasuk bantuan internasional.

Narasi REDD+ dan LOI telah berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan pengawasan publik terhadap tata kelola hutan dan lahan Indonesia, yang telah mengarah pada perbaikan dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Mengingat prestasi yang ditunjukkan dan diverifikasi, Indonesia harus diberi penghargaan yang sepadan.

Terlepas dari penghentian, Indonesia memiliki banyak hal untuk ditawarkan dalam mitigasi perubahan iklim. Komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca akan diuji dengan kapasitas pendanaan yang terbatas dan prioritas pembangunan yang lebih mendesak. Indonesia akan tetap berada dalam radar komunitas internasional untuk kerjasama bilateral dan multilateral dalam mendukung pengurangan emisi. Kerja sama semacam itu hanya akan berhasil jika didasarkan pada pemahaman yang memadai tentang dinamika tata kelola dan realitas di lapangan untuk memungkinkan ekspektasi yang terukur. Sama pentingnya adalah rasa saling percaya dan komitmen yang kuat dalam memberikan pengurangan emisi gas rumah kaca dan pembayaran.

Ida Aju Pradnja Resosudarmo adalah Peneliti di Crawford School of Public Policy, The Australian National University.

Bonus oke punya Pengeluaran SGP 2020 – 2021. Info spesial yang lain-lain dapat diperhatikan secara terpola lewat notifikasi yang kami lampirkan dalam web tersebut, lalu juga dapat dichat kepada petugas LiveChat support kita yg tersedia 24 jam On the internet dapat meladeni segala kepentingan antara visitor. Mari cepetan daftar, serta kenakan diskon Lotto dan Live Casino Online terbesar yang tersedia di laman kita.